SpotifyToMP3
Musibahmu karena Dosa...atau karena Allah Sayang Padamu? - Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili #NasehatUlama

Musibahmu karena Dosa...atau karena Allah Sayang Padamu? - Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili #NasehatUlama

3:40 · 3,372 پلے

البم سے Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam

تفصیل

Musibahmu karena Dosa...atau karena Allah Sayang Padamu? - Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili #NasehatUlama Bagaimana seorang mukmin memahami musibah yang menimpanya? Apakah itu sebagai hukuman atas dosa atau justru sebagai bentuk kasih sayang Allah ‘Azza wa Jalla untuk mengangkat derajatnya? Pertanyaan ini sering muncul di hati kaum Muslimin. Padahal, setiap ujian yang Allah turunkan tidaklah terjadi tanpa hikmah yang agung di baliknya. Ujian merupakan bagian dari perbuatan Allah ‘Azza wa Jalla, dan tidaklah Allah melakukan sesuatu kecuali dengan hikmah. Setiap musibah yang menimpa seorang mukmin pasti mengandung kebaikan, meskipun tidak selalu tampak secara langsung. Hikmah tersebut bisa jadi hanya diketahui oleh Allah semata, sementara hamba hanya diperintahkan untuk bersabar dan beriman. Terkadang, musibah datang sebagai peringatan atas kelalaian seorang hamba. Ketika seseorang mulai menjauh dari ketaatan dan lalai dalam menunaikan hak Allah, maka musibah bisa menjadi sebab ia kembali sadar dan kembali kepada Allah. Dengan demikian, ujian tersebut menjadi pintu kebaikan yang mengantarkannya menuju taubat. Di sisi lain, musibah juga dapat menjadi penghapus dosa. Seorang hamba yang memiliki kesalahan dan dosa, Allah bersihkan melalui ujian yang menimpanya. Bahkan, musibah bisa menjadi sebab diangkatnya derajat seorang hamba ke kedudukan yang tidak mampu ia capai hanya dengan amalnya semata. Para ulama menasihatkan agar ketika musibah datang, seorang mukmin hendaknya berbaik sangka kepada Allah dan berburuk sangka kepada dirinya sendiri. Ia meyakini bahwa Allah tidak menzaliminya, sementara ia mengintrospeksi dirinya atas dosa dan kekurangan yang ada, sehingga terdorong untuk memperbaiki diri dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada akhirnya, seorang hamba tidak perlu sibuk menentukan sebab pasti dari musibah yang menimpanya. Cukuplah baginya untuk meyakini bahwa semua itu mengandung kemaslahatan atau sebagai penolak mudarat. Dengan berbaik sangka kepada Allah dan memperbaiki diri, musibah tersebut akan

آپ کو یہ بھی پسند آ سکتے ہیں