SpotifyToMP3
Politically Correct Bikin Mental Drama Queen di Kantor? ๐Ÿ›‘

Politically Correct Bikin Mental Drama Queen di Kantor? ๐Ÿ›‘

1:04 ยท 9,459 plays

From the album Proxemics Podcast

Description

Kerja kok baperan? Hati-hati, budaya Politically Correct (PC) di tempat kerja ternyata punya efek samping yang berbahaya: lahirnya mental Drama Queen! Di episode kali ini, Yosua Tanuwiria membedah realita kerasnya dunia kerja. Secara blak-blakan, ia menegaskan bahwa ia menolak keras bekerja dengan bawahan yang bermental "Drama Queen". Terlalu fokus pada budaya politically correct sering kali membuat seseorang jadi gampang baper, pundung, unhappy, hingga berujung playing victim saat diminta mengerjakan tugas-tugas teknis (dirty work). Padahal, di balik seorang leader yang mempresentasikan ide, ada beban tanggung jawab masif; merekalah yang akan disikat habis-habisan oleh C-Level pertama kali jika proyek tersebut gagal. Sudah waktunya membuang jauh-jauh mental Drama Queen dan mulai berikan performa terbaik lo! Punya pengalaman menghadapi rekan kerja yang baperan? Share di kolom komentar! ๐ŸŽฅ Tonton insight lengkapnya di YouTube Proxemics Podcast! (Klik link di Bio) Q: Apa hubungan 'Politically Correct' dengan 'Mental Drama Queen' di dunia kerja? A: Budaya politically correct yang menuntut segala sesuatu disampaikan dengan super hati-hati demi menjaga perasaan, seringkali membuat pekerja menjadi terlalu sensitif. Akibatnya, saat menghadapi tekanan atau teguran, mereka mudah merasa menjadi korban (playing victim), baper, dan memunculkan mental drama queen. Q: Mengapa staf junior sering merasa beban kerjanya lebih berat dibanding atasan? A: Staf junior seringkali hanya melihat bahwa atasan "hanya melakukan presentasi" sementara mereka mengerjakan tugas teknis (dirty work). Mereka lupa bahwa atasan memikul beban tanggung jawab (akuntabilitas) tertinggi. Jika proyek gagal, atasanlah yang pertama kali akan dievaluasi dan ditegur oleh jajaran eksekutif (C-Level). Q: Bagaimana sikap profesional yang benar menurut para eksekutif? A: Seperti di masa lalu di mana budaya politically correct belum mendominasi, seorang profesional dituntut untuk fokus memberikan hasil kerja terbaik (give the best that you can generate) tanpa

You May Also Like