SpotifyToMP3
Pintar Tapi Toxic? Kriteria Mutlak Merekrut Tim 🚩

Pintar Tapi Toxic? Kriteria Mutlak Merekrut Tim 🚩

0:58 Β· 6,662 plays

From the album Proxemics Podcast

Description

Mana yang lebih penting: Karakter atau Skill? Di episode Proxemics Podcast kali ini, Yosua Tanuwiria membedah realita kepemimpinan. Menurutnya, pengetahuan (knowledge) selalu bisa diajarkan, tetapi karakter tidak bisa diubah. Banyak pekerja yang sangat brilian, namun sulit diajak bekerja sama karena bersikap toxic, memiliki ego tinggi, dan tidak bisa diberi masukan. Lebih jauh, ia juga menyoroti beban seorang leader. Mengurus anggota tim yang acting up (bermasalah) adalah pusing yang luar biasa, apalagi saat atasan dikejar-kejar oleh level eksekutif (C-Level). Kesimpulannya? Anggota tim wajib memiliki empati. Tanpa empati, tidak akan ada proaktivitas, dan orang hanya akan melempar tanggung jawab dengan alasan "ini bukan kerjaan gue". Q: Mana yang lebih penting saat merekrut: knowledge atau karakter? A: Menurut Yosua Tanuwiria, karakter jauh lebih penting karena knowledge (pengetahuan/skill) bisa diajarkan, sedangkan karakter seseorang tidak bisa diubah. Q: Apa tanda anggota tim yang buruk menurut video ini? A: Mereka yang bersifat toxic, memiliki ego besar, tidak bisa diberi tahu, dan tidak punya empati sehingga menolak bersikap proaktif (hanya mau mengerjakan yang menjadi tugas spesifiknya saja). Q: Apa tantangan nyata seorang leader dalam memanage tim? A: Harus menghadapi anggota tim yang bermasalah (acting up), sementara di saat yang bersamaan sang leader juga ditekan dan dikejar-kejar tanggung jawab oleh jajaran C-Level. πŸŽ₯ Tonton obrolan insightful seputar dunia kerja selengkapnya di Proxemics Podcast! Hashtags: #KarakterKerja #ToxicWorkplace #Leadership #ManajemenTim #DuniaKerja #ProxemicsPodcast

You May Also Like