SpotifyToMP3
Jangan Merasa Aman dengan Imanmu Hari Ini - Syaikh Shalih al-Ushaimi #NasehatUlama

Jangan Merasa Aman dengan Imanmu Hari Ini - Syaikh Shalih al-Ushaimi #NasehatUlama

2:03 · 7,965 plays

From the album Yufid.TV - Pengajian & Ceramah Islam

Description

Jangan Merasa Aman dengan Imanmu Hari Ini - Syaikh Shalih al-Ushaimi #NasehatUlama Seorang muslim hendaknya senantiasa diliputi rasa khawatir terhadap dirinya sendiri. Ia tidak boleh merasa aman dari perubahan hati, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman bahwa Dia membatasi antara manusia dan hatinya. Hari ini seseorang berada di atas ketaatan, namun bukan mustahil esok hari ia terjatuh dalam kemaksiatan. Hari ini ia berpegang teguh pada sunah, tetapi bisa jadi di kemudian hari ia tergelincir dalam bid’ah. Bahkan, seorang muslim pun tidak boleh merasa aman dari kemungkinan buruk hingga akhir hayatnya. Kesadaran ini menjadi penting ketika kita mengingat bahwa keadaan kita tidak lebih baik daripada sebagian orang terdahulu yang pernah berjumpa langsung dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menyaksikan beliau, mendengar sabda-sabda beliau secara langsung, dan hidup di masa terbaik. Namun, di antara mereka ada yang kemudian murtad dan keluar dari Islam. Ini menunjukkan bahwa hidayah adalah karunia Allah yang harus senantiasa dijaga dan dimohonkan. Oleh karena itu, siapa saja yang merenungkan keadaan ini dengan jujur, niscaya akan tumbuh rasa takut dalam dirinya. Rasa takut tersebut bukanlah kelemahan, melainkan penjagaan terhadap agama. Dengan adanya rasa khawatir, seseorang akan lebih berhati-hati dalam melangkah dan tidak mudah terjerumus dalam perkara yang dapat merusak iman dan amalnya. Sikap hati-hati ini tercermin dengan tidak memasuki suatu urusan kecuali telah jelas baginya. Jika ia menghadapi perkara yang belum ia pahami, maka ia akan mengembalikannya kepada ahlinya, yaitu para ulama yang memiliki ilmu. Inilah jalan keselamatan yang diperintahkan dalam syariat, agar seseorang tetap berada di atas bimbingan yang benar dan tidak mengikuti hawa nafsunya sendiri. Sebaliknya, jika seseorang nekat memasuki perkara yang bukan kapasitasnya, maka ia sedang membuka pintu kebinasaan bagi dirinya. Ketergesa-gesaan dalam berbicara atau bertindak tanpa ilmu dapat menyeret kepada kesesatan. Bahkan, hal

You May Also Like