
Description
“Udah malam, Nay. Kita harus pulang. Mau sampai kapan lo minta gue gendong lo begini, hm? Lo nggak kasihan gue sepagian kerja dan belum sempat tidur. Sekarang malah lo plonco begini?” Kanaya mendelik lalu memukul bahu Caraka dengan tangannya.