
Akhir Era Starbucks di Indonesia? Boikot, Kopi Lokal, dan Cup Hijau yang Kehilangan Gengsi
17:01 · 1,744 plays
Mula sa album Rory Asyari
Paglalarawan
Starbucks dulu bukan cuma kopi—tapi simbol status, gaya hidup, dan “gue lagi produktif.” Tapi sekarang? Kenapa makin banyak orang mulai meninggalkan Starbucks di Indonesia? Di video ini, kita kupas tuntas kenapa Starbucks mulai kehilangan relevansi. Dari serangan brand kopi lokal seperti Kopi Kenangan, Janji Jiwa, dan Fore Coffee, sampai dampak boikot global yang nyata ke bisnis mereka. Apakah ini akhir era Starbucks di Indonesia? Insight yang akan lo dapet: - Kenapa kopi lokal bisa mengalahkan brand global - Dampak boikot terhadap bisnis Starbucks - Pergeseran mindset konsumen Indonesia - Pelajaran penting soal branding & relevansi Tulis di komentar: terakhir kali lo beli Starbucks kapan? Dan kenapa? Time Code 00:00 Opening 01:09 Part 1: Kejayaan Yang Kita Semua Ingat 02:23 Part 2: Badai Pertama, Kopi Lokal Yang Bukan Sekedar "Tren" 03:57 Part 3: Badai Kedua Boikot Yang Benar-benar Memukul 07:50 Part 4: Ini Bukan Hanya Masalah Indonesia 09:02 Part 5: Pelajaran Dari Australia Peringatan Yang Sudah Ada Sejak 2008 10:56 Part 6: Starbucks Indonesia Akan Jadi Australia Berikutnya? 12:37 Part 7: Autopsi: Kenapa Starbucks Mulai Kehilangan Relevansi 14:12 Part 8: Pelajaran Dari Fenomena Ini
Baka Magustuhan Mo Rin
- 1
AlbumReality Suite Radio
7,285 plays
- 2
AlbumThis Is a Game
George Earth · 11,699 plays
- 3
AlbumProvenzano Radio
872 plays
- 4
AlbumБЭ ПЭ Radio
2,965 plays
- 5
AlbumГеорг Лаабе
Георг Лаабе · 6,663 plays
- 6
AlbumValton
Valton · 5,382 plays
- 7
AlbumThe Toy Catalog
candymammal · 10,388 plays
- 8
AlbumEden Kids
Eden Kids · 5,682 plays
- 9
AlbumCity Of Light
Christian Nati · 8,444 plays
- 10
AlbumDo You Love Me? Yes / No
Big Lake · 8,249 plays
- 11
AlbumTrasenaka
Trasenaka · 11,278 plays
- 12
AlbumBirds of a Feather
The Pigeon Boys · 5,926 plays