
Tiga Pelaku Pengeroyokan Wartawan saat Demo di Mapolda Sumsel, Barang Bukti Diamankan
8:30 · ٦٬٥٥٦ استماع
من الألبوم Tribunnews
الوصف
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Pelaku pengeroyokan wartawan di depan Mapolda Sumsel akhirnya ditangkap. Polisi berhasil mengamankan dua tersangka dalam kasus pengeroyokan wartawan saat kericuhan demonstrasi di depan Mapolda Sumsel pada Selasa, 13 Oktober 2026. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun memberikan keterangan resminya pada Sabtu (17/10/2026). Kombes Pol Johannes Bangun mengatakan dalam kasus ini, kedua tersangka telah diamankan pihak kepolisian setempat dan kini menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Dalam penanganan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian dan rekaman video digital. “Dua tersangka penganiayaan sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Ditreskrimum Polda Sumsel. Penanganan perkara ini masih terus kami kembangkan. Tim penyidik dan operasional melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat. Kami mengimbau pihak-pihak terkait agar kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlaku,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026). Kombes Pol Johannes Bangun mengungkap identias kedua tersangka tersebut bernama Asnanda Firmansyah, 36 tahun, dan Edo Pratama, 24 tahun. Keduanya ditetapkan kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap mahasiswa dan dua wartawan saat kericuhan demonstrasi. Dua jurnalis yang menjadi korban dalam insiden tersebut adalah Rachmad Kurniawan dari Tribun Sumsel-Sriwijaya Post dan Mulyadi dari Pal TV. Peristiwa bermula saat mahasiswa menggelar demonstrasi untuk menuntut penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap. Situasi memanas ketika mahasiswa berhadapan dengan kelompok berpakaian hitam yang membagikan masker di sekitar Simpang Polda. Saat meliput kericuhan, para wartawan mengaku diminta menghapus rekaman video hingga telepon genggam
قد يعجبك أيضاً
- 1
ألبومLive in London
The Feeling · ١٠٬٩١٨ استماع
- 2
ألبومMantis Radio
٨٬٤٣٤ استماع
- 3
ألبومAt Home with the Beveres
Juli Bevere, Addison Bevere, Messenger Internat... · ١١٬٩٢٩ استماع
- 4
ألبومВключай Микрофон! Radio
٥٬٥٢٥ استماع
- 5
ألبومRunning Touch
Running Touch · ٧٬٣٠٥ استماع
- 6
ألبومtwo-can
two-can · ٨٬٠٢٩ استماع
- 7
ألبومAfrican Rhythms
Haze City · ٣٬٢١٢ استماع
- 8
ألبومNení Žádná Party Jako East Party
North East Boyz · ٣٬٩٨٢ استماع
- 9
ألبومIts Sonny
Its Sonny · ٣٬٥٤٢ استماع
- 10
ألبومDAYS BEFORE EVERYTHING GLAMOROUS
Cloudnne · ٦٬١٧٧ استماع
- 11
ألبومGogge B
Gogge B · ٩٬٦٠٩ استماع
- 12
ألبومThea Gilmore Radio
Dar Williams · ١٠٬٩٨٩ استماع