SpotifyToMP3
Ki Hajar Dewantara

Ki Hajar Dewantara

3:41 · ٨٬١٠٤ استماع

من الألبوم Ensiklopedia

الوصف

Setiap tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Ditetapkannya tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional tidak lain dikarenakan tanggal tersebut merupakan tanggal kelahiran sosok yang sangat berjasa dalam kemajuan bangsa Indonesia melalui jalur Pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat pada tanggal 2 Mei 1889 di Pakualaman Yoyakarta. Beliau merupakan putra dari GPH Soerjaningrat, seorang ningrat/bangsawan Kraton Pakualaman Yogyakarta. Dengan latar belakang priyayi (sebutan bagi keluarga bangsawan Jawa), beliau berkesempatan menyelesaikan pendidikan dasar dan kemudian melanjutkan belajar di STOVIA, sebuah sekolah di bidang kedokteran bagi penduduk pribumi Indonesia namun gagal lulus dikarenakan menderita sakit. Selanjutnya beliau bekerja sebagai jurnalis di beberapa media masa seperti Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Indies, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, and Poesara. Selain bekerja sebagai jurnalis, Soewardi Soerjaningrat juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Semenjak didirikannya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908, beliau ikut aktif dalam mensosialisasikan dan mempromosikan kesadaran rakyat Indonesia (khususnya di Jawa) akan pentingnya persatuan bangsa. Beliau juga menyampaikan kritik-kritik terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda. Hal ini  mengakibatkan pada tahun 1913 beliau  bersama dengan 2 orang kolega yaitu Douwer Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo diasingkan ke Belanda. Di Belanda, beliau tetap aktif berorganisasi dengan pemuda Indonesia di Belanda. Tahun 1919 Soewardi Soerjaningrat kembali ke Indonesia. Pada masa itu hanya anak-anak keturunan Belanda atau kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Hal itu membuat beliau terpanggil untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan National Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa tepatnya pada tahun 1922. Beliau kemudian mengganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Dalam menerapkan sistem pendidikannya, Ki

قد يعجبك أيضاً